Kumpulan motivasi, inspirasi, serta berbagai tips praktis untuk menjaga kesehatan mental
info@ilmci.com (021)5453235/36

Detail Artikel

Pengembangan Diri: Kelas Filsafat

Dibuat: 11 Desember 2013
Dilihat: 7928
Seorang profesor berdiri didepan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil stoples kosong dan mengisi dengan bola-bola golf. Kemudian ia bertanya-tanya kepada murid-muridnya, apakah stoples akan penuh ? Mereka setuju ! Kemudian dia menuangkan batu koral ke dalam stoples, mengguncang dengan ringan. Batu-batu koralpun mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya, apakah stoples sudah penuh ? Mereka setuju ! selanjutnya dia menabur pasir ke dalam stoples. Tentu saja pasir menutupi semuanya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh? Murid, “Yes”,,!! Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam stoples dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa..’Sekarang.. saya ingin kalian memahami bahwa stoples ini mewakili kehidupanmu.” Bola-bola golf adalah hal yang penting : Tuhan, keluarga, anak-anak dan kesehatan.”Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh makna.”Batu-batu koral adalah hal-hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil. “Pasir adalah hal-hal yang sepele. “ Jika kalian pertama kali memasukan pasir ke dalam stoples, maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Haal yang akan terjadi dalam hidupmu. “Jika kalian menghabiskan Energi untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai Ruang untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu.  “bermainlah, berbinca nglah ,,dengan anak-anakmu. “Luangkan waktu untuk chek up kesehatan”. “Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam”. “Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf. Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya. “Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya , “Kalau kopi mewakili apa Prof?” Profesor tersenyum, “Saya senang kamu bertanya”, “Itu untuk menunjukan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetapi selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama “Sahabat”.  
Share this page: