Kisah Inspiratif: Diferensiasi Harga BBM untuk Keadilan
Dibuat: 10 September 2014
Dilihat: 1168
Suatu siang pada beberapa tahun silam. Saya menerima telepon dari seorang pemimpin perusahaan. Ia mengajak saya bertemu sambil makan mala. Oleh karena tak ada agenda khusus. saya mengiyakan Malamnya kami bertemu disebuah restoran .
Setalah basa-basi dan makan malam . sampailah ia pada tujuan utamanya. Ia mengambil setumpuk dokumen dari dalam tasnya. Katanya itu dokumen tentang perusahaan kompetitor. Isinya sebagian besar tentang rencana masa depan sang kompetitor yang dibumbui dengan adanya analisis mengenai dugaan kecurangan-kecurangan mereka dalam berbisnins.
Untuk mendapatkan dokumen tersebut. ia mengaku harus membeli dengan harga yang lumayan mahal dari sebuah institusi yang kerap disebut-sebut sebagai "pusat intelijen bisnis". Ia berharap saya mau menuliskan materi yang dibawanya terutama yang berisi tentang dugaan kecurangan tersebut, dimedia cetak .
Lalu. panjang lebar ia menjelaskan tentang isi dokumen tersebut termasuk menunjuk dugaan-dugaan kecurangannya. Kami menghabiskan waktu selama lebih dari tiga jam. ketika selama lebih dari tiga jam. Ketika malam semakin larut. kami pun memutuskan untuk berpisah .
Jangan salah . saya tak ingin berkisah tentang bagaimana kelanjutan dari dokumen tersebut . Tapi yang ingin saya sampaikan adalah betapa di masa lalau kita begitu sulit mendapatkan dokumen-dokumen tentang rahasia bisnis . terutama milik kompetitor Dokumen semacam itu . antara lain berisi apa saja yang ingin kompetitor lakukan dalam setahun. dua atau bahkan lima tahun ke depan .
Kia Terbuka
Kini. era sudah berganti. Kondisi sudah berbalik 180 derajat . mengelola perusahaan saat ini ibarat masuk ke dalam sebuah akuarium. Apa yang kita lakukan bisa dengan mudah dilihat banyak orang. Bahkan oleh kompetitor kita .
Apalagi kalau perusahaan itu adalah perusahaan terbuka. Kita harus membuka semua data masa lalu .