Koleksi Kata-kata Bijak

Jika Tidak Bisa Menjadi Seseorang Pujangga
26 January, 2010
Kata Bijak Arti Sebuah “PELUKAN” (Hug)
3 February, 2010

“Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya dari pada berlian
Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.
Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.
Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.
Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala”.

“Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu,
anda tentu tak akan kecewa. Cinta indah seperti bertepuk dua tangan,
tak akan indah jika hanya sebelah saja. Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita,
tetapi tidak selalu mencintai yang kita puja. Melihatlah ke atas untuk urusan akhiratmu
dan melihatlah ke bawah untuk urusan duniamu maka hidup akan tenteram.
Seseorang yang oprimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka,
sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan.
Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya
atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya.
Mohonlah petunjuk-Nya”.

“Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda,
bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda.
Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.
Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.
Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.
Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil
sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.
Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain”.

“Jika seseorang tidak mencintai anda janganlah dia anda benci,
karena mungkin akan tumbuh benih cinta kembali.
Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya,
tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah.
Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.
Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri”.

“Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberika hidup lebih
berharga dengan belas Kasih-Nya. Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri,
tetapi dalam aktivitas tunjukkan kemampuan Anda.Tegas berbeda jauh dengan kejam.
Tegas itu mantap dalam kebijaksana sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan”.

“Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.
Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas.
Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hari kepada manusia dan takut kepada Tuhan”.

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan,
maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia
dengan kemajuan selangkah pun”. Bung Karno

“Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari;
dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri”. – Mary Mccarthy

“Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti,
serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan”. – Nabi Muhammad Saw

“Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati,
sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung,
yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar
kepentingan- kepentingan yang lebih besar”.
La Roucefoucauld

“Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu”.
Benjamin Franklin

“Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar,
melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain”.  Cicero

“Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan,
dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. – Dale Carnegie”.

“Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur,
karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya.
Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat”. – George Downing

“Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia,
tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer”. – Sydney Harris

“Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan,
tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah”.
– Nabi Muhammad Saw”.

“Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang.
Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui,
dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu”. – William Feather

“Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan,
pemikiran terakhirlah yang paling baik. – Robert Hall

“Belajarlah dari kesalahan orang lain.
Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri.
– Martin Vanbee

“Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi,
namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja.
Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi”. – Ernest Newman


“Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan
ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak”. – Aldus Huxley

“Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki,
tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. – Schopenhauer

“Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang.
Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. – Andrew Jackson

Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil;
kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. – Evelyn Underhill

“Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia,
tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya
yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan.
– Johan Wolfgang Goethe

Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian.
Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan.
– Sir Francis Bacon

Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya;
tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya.
– Jalinus At Thabib

Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak.
Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu”.
– Marcus Aurelius

“Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri,
tetapi selalu berada di atas kepala orang lain”. – Thomas Hardy

“Kaca, porselen dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah,
dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak”.
– Benjamin Franklin

“Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan,
keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian,
keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih”. – Lao Tse

“Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya;
hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu,tetapi dibalas dengan buah”.
– Abu Bakar Sibli

“Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan;
tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya”. – Joseph Addison

“Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya
dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain. – William Wordsworth

“Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa
dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah”. – Kahlil Gibran

“Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan,
selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya”. – Alexander Pope

“Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda”. – Heather Pryor

“Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari
betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah”. – Thomas Alva Edison

“Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan;
dan saya percaya pada diri saya sendiri”. – Muhammad Ali

“Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal,
tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh”. – Confusius

“Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya;
hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah”.
– Abu Bakar Sibli

“Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia,
tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada kematianmu semua orang menangis sedih,
tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum”. – Mahatma Gandhi

“Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya,
seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya
sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”. ~ Nabi Muhammad SAW

“Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal
kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar”.
~ Nabi Muhammad SAW

“Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia”.
~ Nabi Muhammad SAW”.

“Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian”.
~ Nabi Muhammad SAW

“Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati
dan bahkan merambah ke segala hal”. ~ Imam Al Ghazali

“Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar”. ~ Khalifah ‘Umar

“Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman.
Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.
~ Ibnu Mas’ud”.

“Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan
seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh.
Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk.
Sama halnya, jika kesabaran hilang,
maka seluruh permasalahan akan rusak”. ~ Khalifah ‘Ali

“Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar,
sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah”. ~ Ibnu Mas’ud

“Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian,
di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu”. ~ Khalifah ‘Ali

“Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.
~ Khalifah ‘Umar”.

“Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya,
ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk,
maka perbuatan itu buruk”. ~ Imam An Nawawi

“Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat
yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian,
tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa.
Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik,
namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik.
Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.
~ Khalifah ‘Umar”.

“Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari”.
~ Bediuzzaman Said Nursi

“Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan;
dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa”. ~ Bediuzzaman Said Nursi

“Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan
ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu,
sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg”.
~ Bediuzzaman Said Nursi

“Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa.
Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan”. ~ Bediuzzaman Said Nursi

“Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik.
Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup”.
~ Bediuzzaman Said Nursi

“Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya.
Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya. ~ Johann Wolfgang von Goethe”.

“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan”. ~ Johann Wolfgang von Goethe

“Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran”. ~ Johann Wolfgang von Goethe

“Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang”. ~ Einstein

“Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan.
Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian”. ~ Einstein

“Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang,
dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang”. ~ Einstein

“Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya – langit bertaburkan bintang di atas
dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. ~ Einstein”.

“Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang
tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh,
dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa
berpikir dilingkupi perasaan rendah hati”. ~ Einstein

“Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri
dan merasakan dengan hati mereka sendiri”. ~ Einstein

“Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil
tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna”. ~ Einstein

“Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung,
dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung”. ~ Einstein

“Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung,
dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung”. ~ Einstein

“Benar, engkau adalah seorang raja penguasa dunia.
Semua orang menunjukkan kesetiaannya padamu! Lalu bagaimana?
Esok kamu akan di baringkan di kubur sebagai rumahmu.
Dan dari segala arah, orang-orang akan melemparkan debu ketubuhmu menutupimu.
Walaupun engkau dijadikan raja penguasa dunia, engkau tidak akan lari dari kematian,
dan meninggalkan dunia untuk para musuhmu walaupun hari ini wajahmu tersenyum,
esok hal itu pasti akan membuatmu bersedih.
Aku melihat manusia datang kedunia lalu pergi jauh,
Dunia dan harta selalu berpindah, dengan sayap-sayap yang sama untuk terbang”.

“Dunia tidak tetap dengan seorang yang hidup di mana pun,
juga tidak ada seorang pun yang hidup selamanya menikmati kesenangannya,
kematian dan penderitaannya bagaikan dua ekor kuda yang berlari cepat ke arah manusia,
untuk menginjak-injak mereka dan melahap mereka.
Hai bodoh, yang terpedaya oleh daya tarik dunia!
Pikirkanlah dan ambillah sesuatu (kebaikan) dari dunia ini untuk, menolongmu di akhirat.
Aku tersesat dalam kelalaian, sedang kematian bergerak kearahku,
semakin lama semakin mendekat.
Jika aku tidak mari hari ini, aku pasti mati esok”.

“Aku manjakan tubuhku dengan pakaian-pakaian halus dan mewah,
sedikit berpikir bahwa itu akan membusuk dan hancur dalam kubur.
Aku bayangkan tubuhku remuk menjadi debu dalam lubang kubur,
Di bawah gundukan tanah. Keindahan tubuhku akan berangsur-angsur hilang,
sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka, tanpa kulit dan daging.
Aku melihat detik-detik kehidupan lambat laun habis,
namun keinginan-keinginanku masih belum terpenuhi.
Suatu perjalanan panjang terbentang di hadapanku,
sedangkan aku tiada bekal untuk jalan itu”.

“Aku menentang Tuhanku, melanggar perintah-perintah-Nya terang-terangan,
sementara Ia mengawasiku setiap saat.
Aduh! Aku memperturutkan hatiku dalam perbuatan-perbuatan yang memalukan!
Ah! Apapun yang telah terjadi tak dapat dihapuskan
dan waktu bila telah berlalu tidak dapat ditarik kembali.
Ah! Aku berdosa secara rahasia, tidak pernah orang laun
mengetahui dosa-dosaku yang mengerikan.
Tetapi esok, rahasia dosa-dosaku ditampakan dan dipertunjukan kepada Tuhanku”.

“Ah! Aku berdosa terhadap-Nya, walaupun hati merasa takut,
namun aku sangat mempercayai ampunan-Nya yang tak terbatas,
aku ber-dosa dan tak tahu malu, dengan berani bergantung
kepada ampunan-Nya yang tak terbatas.
Siapa lagi selain Dia, yang akan mengampuni dosa-dosaku.
Sesungguhnya Ia patut bagi segala pujian! Seandainya tidak ada adzab setelah kematian.
Tiada janji akan surga, tiada ancaman akan neraka. Kematian dan kebusukan cukup sebagai peringatan,
agar kita menjauhi sia-sia. Namun akal kita bebal. Kita tidak mengambil peringatan apa pun.
Sekarang tiada harapan lagi bagi kita, kecuali Yang Maha Pengampun mengampuni dosa-dosa kita,
karna bila seorang hamba berbuat salah, hanyalah Tuhannya,
tanpa seorangpun yang mengampuninya tak diragukan lagi aku
adalah yang terburuk dari semua hamba-Nya”.

“Aku yang menghianati perjanjianku dengan Tuhanku yang dibuat di keabadian.
Dan, adalah hamba yang cakap yang janji-janjinya tak berarti.
Tuhanku, akan bagaimanakah nasibku,
ketika api membakar tubuhku? Api yang melelehkan batu yang paling keras!
Ah! Aku sendiri ketika dibangkitkan dari kubur
(tanpa seorangpun yang menolongku pada hari itu).
Wahai Engkau, Yang Maha Esa yang tiada sekutu terhadap keagungan-Mu.
Belas kasihanillah kesendirianku, karna ditinggalkan oleh segalanya.
Sungguh jalanan paling licin yang bahkan kaki ulamapun tergelincir
di atasnya adalah ketamakan”.

“Tiada yang lebih baik dari dua kebaikan :
Beriman pada Allah dan bermanfaat bagi manusia.
Tiada yang lebih buruk dari dua kejahatan :
Syirik pada Allah dan merugikan manusia.
Tiga tanda kesempurnaan iman :
Kalau marah, marahnya tidak keluar dari kebenaran.
Kalau senang, senangnya tidak membawanya pada kebatilan.
Ketika mampu membalas, ia memafkan.
Tertipulah yang melakukan tiga perkara :
Membenarkan apa yang tak terjadi, ”

“Mengandalkan orang yang tidak dipercaya, dan menghasratkan apa yang tak dimiliki.
Dengannya Allah kuburkan kedengkian; Dengannya Allah padamkan permusuhan;
Melaluinya diikat persaudaraan; Yang hina dimulyakan. Yang tinggi direndahkan”.

“Berbagi rezeki dengan tulus, berbakti pada orang tua, berbuat baik pada sesama,
mengubah duka menjadi bahagia dan menambah usia.
Semua ilmu ada pokok bahasannya. Pokok bahasan ilmu para Nabi adalah manusia…
Mereka datang untuk mendidik manusia.
Orang paling baik adalah orang yang kita harapkan kebaikannya
dan kita terlindung dari keburukannya.
Jika orang dapat empat hal, ia dapat kebaikan dunia akhirat: Hati yang bersyukur,
lidah yang berzikir, badan yang tabah pada cobaan,
dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya.
Nabi ditanya bermanfaatkah kebajikan setelah dosa?
Ia menjawab: Taubat membersihkan dosa,
kebaikan menghapuskan keburukan.
Manusia Paling baik adalah orang yang dermawan dan bersyukur dalam kelapangan,
yang mendahulukan orang lain, bersabar dalam kesulitan”.

“ Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina:
orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya,
orang cerdas cendikia dan imam yang adil.
Tiada musibah yang ,ebih besar daripada meremehkan dosa-odsamu
dan merasa ridho dengan keadaan rohaniahmu sekarang ini.
Hati Adalah Ladang.
Sesungguhnya setengah perkataan itu ada yang lebih keras dari batu,
lebih tajam dari tusukan jarum,
lebih pahit daripada jadam, dan lebih panas daripada bara.
Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik,
karna jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik),
niscaya tumbuh sebahagiannya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *