Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen)

TERGANTUNG ISINYA
20 September, 2016
Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 2
16 October, 2016
  • Waktu dapat digunakan untuk membina kepribadian, meraih kesuksesan, serta untuk menghimpun pahala.(over time, we can build great character, achiver great success, and cultivate great virture.
  • Gunakan kebijaksanaan untuk menyelami makna sejati kehidupan, dengan tekad yang kokoh mengatur waktu dalam kehidupan.
    (use wisdom to contemplate the meaning of life. Use resolve to organize the time you are give.
  • Saat berjalan, ketika sebelah kaki melangkah, maka kaki yang ain harus ikut melangkah. Artinya adalah biarkan yang telah terjadi berlalu dan pusatkan perhatian pada apa yang harus dilakukan hari  ini.
    (When walking, as we step one foot forward, we lift the other foot up. In the same way, we should let go of yertserday and focus on today.
  • Membayangkan masa yang akan datang adalah angan-angan, mengenang masa lalu hanya membuang-buang waktu. Lindungilah cinta kasih yang ada di dalam hati, jalani kewajiban yang harus dipenuhi saat ini.
    (the future is an illusion, the past is a memory hold on to the goodness that is in our heart at this present moment and take care to fulfill the duties that we have at hand.)
  • Kehidupan ini tidak kekal, namun kesadaran jiwa bersifat abadi. Dengan cinta kasih yang tak terbatas, maka semangat kita akan tetap bergelora.
    (Transient though life may be, one’s contributions will live on; as love knows no boundaries, its spirit will always remain.)
  • Kehidupan yang paling bahagia adalah kehidupan yang dapat memaafkan dan mengasihi sesame.
    (A person with a generous heart and compassion for all beings leads the most blessed life.)
  • Welas asih adalah kesediaan untuk bersumbangsih tanpa memikirkan kesulitan dan kerih payah yang harus dihadapi.
    (To willinglu undergo hardship for the sake of helping other is compassion)
  • Saat seseorang telah mencapai kebijaksanaan yang tinggi, ia justru harus bersikap lebih rendah hati, bagaikan untaian padi yang semakin berisi akan semakin merunduk.
    (those who have great wisdom must all the more be humble and unassuming, just like the rice stalk that bows under the weight of ripe grain.)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Please type the characters of this captcha image in the input box

* Silakan masukkan Empat Karakter diatas