Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 9

Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 8
22 October, 2016
Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 10
24 October, 2016
  • Kepercayaan pada takhayul akan menimbulkan kecurigaan yang akhirnya mengundang niat yang tidak baik. Hal ini mengakibatkan seseorang hanya menggantungkan nasibnya pada peramal dan hal-hal mistik, sehingga tidak mampu untuk benar-benar mendalami ajaran agama.
    (false understanding leads to superstition, the search for answers from pshychics and soothsayers; in this way, we cannot realize the ultimate truth of the teachings.)
  • Melatih diri artinya membina dan menumbuh kembangkan akhlak yang baik, serta berupaya memperbaiki perilaku yang salah.
    (the process of spiritual cultivation is to nurture virtue and rectify conduct and behavior.)
  • Orang yang sejalan adalah orang-orang yang dapat saling mengoreksi, saling mengingatkan, dan saing menyemangati ketika ada di antara mereka yang berprilaku salah.
    (to walk the same path of spiritual cultivation means practioners unite to inspire each other and reflect on weaknesses in behavior and conduct.)
  • Manusia terlahir di alam kehidupan, sehingga ia tidak akan bisa melepaskan diri dari jalinan jodoh dengan semua makhluk. Dalam pelatihan diri pun seseorang tidak boleh hidup menyendiri dengan menjauhi kehidupan bermasyarakat.
    (Born into this world, we are always with people; hence spiritual cultivation cannot be achieved in isolation.)
  • Sata jiwa menyatu dengan tindakan, sata hati menyatu dengan pikiran, itulah saat kita mencapai ketenangan batin dalam meditasi.
    (when our spirit and actions are in harmony; when our heart and thoughts are in accord, that is deep meditation.)
  • “ketaatan pada Sila” dapat meredam timbulnya niat yang tidak baik, “Ketenangan batin” membuat kita mengambil keputusan yang benar saat menghadapi bahaya, “Kebijaksanaan” membuat kita dapat melihat suatu kondisi dari sudut pandang yang berbeda.
    (precepts allow our mind to be free from disturbance. Equanimity allows us to be calm under asversity. Wisdom allows us to take control of our mind and change our destiny.)
  • Kecurigaan membuat kita tidak mampu mengasihi orang lain, rasa dendam membuat kita dapat memaafkan orang lain, keraguan membuat kita tidak dapat memercayai orang lain.
    (we cannot love when filled with suspicion. We cannot trust when filled with doubts. We cannot forgive when unwilling to believe.)
  • Bertambahnya keraguan terhadap orang lain, akan mengurangi keyakinan terhadap diri sendiri.
    (the more mistrust we feel, the less confidence we have.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Please type the characters of this captcha image in the input box

* Silakan masukkan Empat Karakter diatas