Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 8

Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 7
21 October, 2016
Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 9
23 October, 2016
  • Andaikan diri kita hanyalah sebuah mur atau baut yang sangat kecil sekalipun, kita tetap harus memerhatikan apakah mur atau baut ini sudah terpasang dengan kencang agar dapat berfungsi secara optimal.
    (even the tiniest bolt must be screwed on tightly in order to perform its best.)
  • Kita hendaknya bersyukur saat berhadapan dengan kondisi yang buruk, sebab kondisi seperti tu tidak kita temui setiap saat.
    (in the face of adversity, be grateful, for such opportunities do not cme by easily.)
  • Kita harus dapat berlapang dada ketika menghadapi kondisi yang buruk atau berita buruk yang menimpa kita.
    (when conflict and adversity arise, always preserve a spacious heart.)
  • Kita hendaknya dapat memaafkan orang yang melukai orang lain tanpa sengaja, namun jangan pula menjadi orang yang sangat mudah dilukai orang lain.
    (forgive those who unintentionally hurt us. Do not be someone who is easily hurt by others.)
  • Seseorang yang sedang dalam keadaan selamat sejahtera, sangat mudah kehilangan arah. Kegagalan kecil atau situasi sulit yang sesekali datang menghadang malah dapat membangunkan hati nurani serta memupuk akar kebajikan seseorang.
    (when life is safe and smooth, we can easily lose our direction. Yet even a small setback or misfortune can awaken our conscience, and nurture the seeds of kindness.)
  • Orang yang harus yakin pada dirinya sendiri, namun jangan terlalu bersikukuh pada pendapat sendiri.
    (Believe in yourself, but do not be attached to your own point of view.)
  • Mereka yang tidak berkeyakinan lebih baik disbanding mereka yang percaya takhayul, namun berkeyakinan pun kita harus memilih secara bijaksana.
    (Atheism is better than superstition. Faith mush be guided by wisdom.)
  • Orang yang berkeyakinan atas dasar kebijaksanaan memahami semangat ajaran Buddha secara mendalam, sedangkan orang yang percaya takhayul  selalu menyalahartikan makna dari ajaran agama yang indah.
    (a wise believer understands the essence of Buddhism. Those who are superstitious misinterpret the virtue of religion.)
  • Orang yang memeluk keyakinan yang benar, tidak akan salah melangkah di jalan kehidupan.
    (When one has correct faith, one will not go wrong on the journey of life.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Please type the characters of this captcha image in the input box

* Silakan masukkan Empat Karakter diatas