Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 5

Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 4
18 October, 2016
Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 6
20 October, 2016
  • Lautan di dunia dapat ditimbun hingga rata, namun mulut kecil manusia selamanya tidak akan dapat diisi penuh.
    (The ocean can be filled, yet the tiny mouth of a human being can never be filled.)
  • Langkah pertama dalam mempelajari ajaran Buddha adalah mengurangi nafsu keinginan dan dapat merasa puas dengan apa yang ada. Dengan berlaku demikian batin menjadi tenang, kebijaksanaan pun dapat tumbuh berkembang.
    (the first step on the path of Buddhism is to lessen our desires and be satisfied with what we have. Then our minds will relax and we wil begin to gain wisdom.)
  • Layanilah orang lain dengan kasih saying, hadapilah orang lain dengan sikap welas asih. Dengan berlaku demikian, Anda tidak akan dimusuhi orang lain dan juga dapat menjalin jodoh yang baik dengan setiap orang.
    (when we treat others with loving-kindness, we will not stir up ill feelings, and we will be able to form good relationships with others.)
  • Bodhisattva tidak tampil dalam bentuk patung dari tanah liat atau patung ukiran kayu, Bodhisattva yang sebenarnya merupakan suatu wujud yang dapat melakukan sesuatu, dapat berbicara, makan, dan meringankan penderitaan semua makhluk, serta selalu hadir di semua tempat.
    (Bodhisattvas are not idols made of wood; real Bodhisattvas are people who eat, talk, work, and relieve suffering in times of need.)
  • Pada dasarnya setiap orang memiliki hati Bodhisattva dan semangat serta kekuatan yang setara dengan Bodhisattva.
    (everyone has a Buddha nature, and a Bodhisattva’s strength and spirit.)
  • Ajaran Buddha sangatlah sederhana. Asalkan seseorang dapat menghapus ketamakan, kebencian, dan kebodohan di dalam batinnya, maka pencerahan akan terwujud seketika.
    (Dharma is very simple: eliminate greed, malice, and ignorance, and you will discover your own true nature.)
  • Hati yang lurus adalah tujuan utama pelatihan diri.
    (be faithful and honest from deep inside, this is the essence of spiritual cultivation.)
  • Sesungguhnya, seseorang tidak perlu mendengar ajaran Dharma terlalu banyak. Andaikan ia dapat mempraktikkan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sebuah kalimat sederhana saja sudah cukup untuk membangkitkan kebajukan sejati dalam dirinya.
    (there is no need to learn many teachings. If we can put one simple verse into practice, we can awaken out true nature of goodness.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Please type the characters of this captcha image in the input box

* Silakan masukkan Empat Karakter diatas