Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 15

Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 14
28 October, 2016
Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 16
30 October, 2016
  • Cinta kasih harus diberikan dalam kadar yang tepat, bagaikan the yang menebarkan aroma yang sangat lembut. Bila the ini diseduh terlalu kental, akan terasa pahit dan tidak enak diminum.
    (love is just like a cup of tea; when properly mixed, it has a wonderful light aroma. If it is too strong, it will be too bitter to drink.)
  • Segala perbuatan harus dimulai dari sebuah tekad, bagaikan menanam sebatang pohon yang berawal dari sebutir benih.
    (every achievement grows out of the seed of determination.)
  • Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tidak terhingga.
    (don’t underestimate yourself, for human beings have unlimited potential.)
  • Perjalanan sejauh ribuan kilometer harus dimulai dari langkah pertama. Pencerahan yang dicapai oleh orang suci, juga dimulai dari pelatihan diri pertama sebagai orang biasa.
    (the journey of a thousand miles begins with one first step. Event the saint was once an ordinary human being.)
  • Membangun ikrar itu mudah, namun mempertahankannya sangat sulit. Jika kita hanya membicarakan tekad melatih diri saja tanpa menerapkannya, maka kita tidak akan mampu mencapai pencerahan dan tidak mampu menerapkan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
    (to begin is easy, to persist, difficult. Talking about truth without practicing it leads neither to enlightenment nor realizing the Dharma.)
  • Dalam kehidupan ini kita harus senantiasa beraktivitas, jangan menyia-nyiakan waktu dengan hidup tanpa tujuan. Kita harus mengembangkan kebijaksanaan dan kemampuan untuk menciptakan berkah bagi masyarakat.
    (we should no idle away our time, and drift in frivolous thoughts. It is best to nurture our innate goodness and develop our ability to help others.)
  • Ketika seseorang tidak melakukan apa-apa, berarti ia telah menyia-nyiakan waktunya. Dengan demikian semangatnya akan menurun dan kehidupannya telah kehilangan makna.
    (when we have nothing to do and idle away our time, our spirit becomes weak and life seems meaningless.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Please type the characters of this captcha image in the input box

* Silakan masukkan Empat Karakter diatas