Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 13

Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 12
26 October, 2016
Kumpulan Motivasi Buku Jing Si Aphorisms (Shih Cheng Yen) Part 14
28 October, 2016
  • Selama masih memiliki jalinan jodoh mendalam, jangan khawatirkan jodoh yang datang terlambat. Selama masih dapat menemukan jalan yang dicari, jangan risaukan jauhnya perjalanan yang harus ditempuh.
    (it is never too late for a deep-rooted affinity to blossom. Do not worry over a distant journey as long as one finds the way.)
  • Niat baik yang hanya disimpan dalam hati dan tidak diterapkan dalam tindakan nyata, bagaikan bercocok tanam tanpa menebar benih, semuanya hanya merupakan perbuatan yang menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
    (Making vows without taking any action is like ploughing a field without planting any seeds; so, there is no harvest to reap. This is letting opportunity pas us by.)
  • Setiap hari kita harus berterima kasih kepada orang tua dan semua makhluk. Karena itu, jangan sampai segala yang kita lakukan dalam kehidupan ini mengecewakan orang tua dan semua makhluk.
    (Be grateful to your parents and to all sentient beings, every day. In everything you do, never disappoint them.)
  • Kematian adalah awal dari sebuah kehidupan baru, sedangkan kelahiran adalah titik awal menuju kematian. Kematian dan kehidupan pada dasarnya berada pada sebuah lingkaran yang sama.
    (death is the new beginning of birth, birth is the beginning of death. Birth and death, living and dying. Are all part of the same cycle.)
  • Dalam hidup berkeluarga, hendaknya seseorang tidak hanya mengejar kekayaan materi saja, namun juga harus mementingkan jalinan batin, agar keharmonisan hubungan antara anak, suami dan isteri dapat tercapai dengan sempurna.
    (do not just seek a rich material life for your family. It is more important for parent and child, and husband and wife to communicate and nurture harmonious and close relationships.)
  • Burung membutuhkan sarang, manusia membutuhkan rumah. Jika suami, isteri, dan anak tinggal terpisah, dari manakah datang nya kegembiraan sebuah keluarga?
    (Birds have nests; people have homes. If family members live far apart, how can they have a happy family life?)
  • Kita hendaknya tidak egois, berlapang dada, ramah, saling mengalah, dan saling mengasihi dalam berhubungan dengan sesama.
    (you must be free of ego when you are with others, so expand your heart, be courteous cooperative, and loving.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Please type the characters of this captcha image in the input box

* Silakan masukkan Empat Karakter diatas